Nama : Putri Anggraini
Kelas : 6 G
NPM : 106211729
Tugas : Semantik
MAKNA LOKUSI, ILOKUSI DAN PERLOKUSI
Makna terbagi
beberapa jenis: (1) Makna lokusi adalah makna harfiah atau makna secara stuktur
tanpa diembeli pemahaman subjektif dari sudut penutur atau pendengar; (2) Makna
ilokusi adalah makna seperti yang dipahami oleh pendengar; (3) Makna perlokusi
adalah makna yang dimaksud penutur kepada pendengar.
Tanpa disadari, makna lokusi dan
perlokusi sangat berhubungan langsung dengan tindak tutur. Selanjutnya di bawah
ini akan menjelaskan hubungan makna ilokusi dan perlokusi dengan tindak tutur.
Hubungan Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam
Tindak Tutur
Bahasa adalah alat interaksi sosial
atau alat komunikasi manusia. Manusia dapat juga menggunakan alat lain untuk
berkomunikasi, tetapi tampaknya bahasa merupakan alat komunikasi yang paling
baik diantara alat-alat komuikasai lainnya. Apalagi bila dibandingkan dengan
alat komunikasi yang digunakan mahluk sosial lain, yakni hewan. Dalam setiap
komunikasi manusia menyampaikan informasi yang dapat berupa pikiran,
gagasan, maksud, perasaan, maupun emosi secara langsung. Maka, dalam setiap
proses komunikasi ini terjadilah apa yang disebut peristiwa tutur atau
peristiwa bahasa dan tindak tutur atau perilaku bahasa. Dalam kedua peristiwa
inilah terjadi lokusi, ilokusi, dan perlokusi.
Peristiwa tutur (Inggris: speech event) adalah terjadinya atau
berlangsungnya interaksi linguistik dalam satu bentuk ujaran atau lebih yang
melibatkan dua pihak, yaitu penutur dan lawan tutur dengan satu pokok tuturan
di dalam waktu, tempat, dan situasi tertentu.
Tindak tutur merupakan gejala
individual yang bersifat psikologis, dan keberlangsungannya ditentukan oleh
kemampuan bahasa si penutur dalam meghadapi situasi tertentu. Dalam peristiwa
tutur dilihat pada tujuan peristiwanya, tetapi dalam tindak tutur
lebih memperhatikan pada makna atau arti tindakan dalam tuturannya.
1.
Tindak Tutur Lokusi
adalah tindak tutur
yang menyatakan sesuatu dalam arti “berkata” atau tindak tutur dalam bentuk
kalimat yang bermakna dan dapat dipahami.
Contohnya, yaitu:
a. Manusia adalah salah
satu mahluk ciptaan Tuhan.
b. Jari tangan manusia
jumlahnya sepuluh.
c. Ikan paus adalah
hewan yang menyusui.
d. Indonesia memiliki
beragam budaya.
e. Kendari adalah ibu
kota Sulawesi Tenggara.
2.
Tindak Tutur Ilokusi
adalah tindak tutur yang biasanya diidentifikasikan dengan kalimat
performatif yang eksplisit. Tindak
ilokusi ini biasanya berhubungan dengan pemberian izin, mengucapkan
terima kasih, menyuruh menawarkan, dan menjanjikan.
Contohnya, yaitu:
a. Sudah satu minggu
lantai ruangan ini tidak disapu. (menyuruh untuk menyapu)
b. Ada
binatang buas. (mengingatkan untuk berhati-hati)
c. Kukumu sudah panjang. (menyuruh
untuk dipotong)
d. Bagus
sekali kalau kamar ini dibersihkan. (menyuruh untuk membersihkan)
e. Ada
anjing gila. (menyuruh untuk berhati-hati)
3. Tindak Tutur Perlokusi
adalah tindak tutur yang berkenaan dengan adanya ucapan orang lain
sehubungan dengan sikap dan perilaku non linguistik dari orang lain itu.
Contohnya, yaitu:
a.
Dialog 1
A: Kegiatan lomba
baca puisi akan dilaksanakan besok. Kamu sudah mengetahuinyakan?
B: Iya, saya sudah
diberitahu tadi.
A: Kamu bisa tidak,
besok datang lebih pagi?
B: Rumah saya jauh.
(ilokusi)
A: O, baiklah. Kamu
datang sesuai jadwal biasanya saja. (perlokusi)
Keterangan:
“,Baiklah. Kamu datang sesuai jadwal biasanya saja.” Kalimat tersebut merupakan kalimat perlokusi atau efek dari ilokusi “Rumah saya jauh.” Tokoh A memaklumi alasan tokoh B ysng tidak dapat hadir atau datang lebih pagi sebab rumahnya jauh. Oleh karena itu, tokoh A memakluminya dengan menyuruh tokoh B untuk datang sesuai jadwal biasanya saja.
“,Baiklah. Kamu datang sesuai jadwal biasanya saja.” Kalimat tersebut merupakan kalimat perlokusi atau efek dari ilokusi “Rumah saya jauh.” Tokoh A memaklumi alasan tokoh B ysng tidak dapat hadir atau datang lebih pagi sebab rumahnya jauh. Oleh karena itu, tokoh A memakluminya dengan menyuruh tokoh B untuk datang sesuai jadwal biasanya saja.
b.
Dialog 2
A: Kemarin
adalah lang tahun saya. Kamu
tidak lupa kan?
B: Iya, saya ingat kok.
A: Tetapi,
mengapa kamu tidak datang ke rumahku kemarin?
B: Kemarin
saya sangat sibuk. (ilokusi)
A: Tak apalah, saya mengerti. Setidaknya kau telah menginganya. (perlokusi).
Keterangan:
“Tak apalah, saya mengerti. Setidaknya kamu mengingatnya.” Kalimat ini
merupakan kalimat perlokusi dari kalimat ilokusi “Kemarin saya sangat sibuk.”
Tokoh A memaklumi alasan tokoh B yang tidak datang ke rumah tokoh A yang
disebabkan tokoh B sangat sibuk kemarin. Kalimat tersebutlah yang merupakan
contoh perlokusi yaitu tindakan yang secara langsung dipahami oleh salah satu
pembicara.
c.
Pencopet!
Pencopet!
Keterangan:
Akibat adanya teriakan pencopet, orang-orang berlari mengejar seseorang
yang dituduh pencopet. (perlokusi)
d.
“Kamarmu kotor sekali ya?” kata
seorang ibu pada anaknya.
Keterangan:
Anak yang menjadi
lawan bicara langsung mengambil sapu dan membersihkan kamarnya. Tindakan yang
dilakukan anak ini merupakan perlokusi.
e.
Dialog 3
A: Bisakah kamu menemaniku ke pasar?
B: Saya
sangat sibuk. (ilokusi)
A: Baiklah, biar saya ke pasar
sendiri. (perlokusi)
Keterangan:
Tokoh A memaklumi
alasan tokoh B yang tidak dapat menemaninya ke pasar.