Kamis, 14 Maret 2013

Tugas Semantik


Nama : Putri Anggraini
Kelas : 6 G
NPM : 106211729
Tugas : Semantik


MAKNA LOKUSI, ILOKUSI DAN PERLOKUSI

Makna terbagi beberapa jenis: (1) Makna lokusi adalah makna harfiah atau makna secara stuktur tanpa diembeli pemahaman subjektif dari sudut penutur atau pendengar; (2) Makna ilokusi adalah makna seperti yang dipahami oleh pendengar; (3) Makna perlokusi adalah makna yang dimaksud penutur kepada pendengar.
Tanpa disadari, makna lokusi dan perlokusi sangat berhubungan langsung dengan tindak tutur. Selanjutnya di bawah ini akan menjelaskan hubungan makna ilokusi dan perlokusi dengan tindak tutur.

Hubungan Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Tindak Tutur

Bahasa adalah alat interaksi sosial atau alat komunikasi manusia. Manusia dapat juga menggunakan alat lain untuk berkomunikasi, tetapi tampaknya bahasa merupakan alat komunikasi yang paling baik diantara alat-alat komuikasai lainnya. Apalagi bila dibandingkan dengan alat komunikasi yang digunakan mahluk sosial lain, yakni hewan. Dalam setiap komunikasi manusia  menyampaikan informasi yang dapat berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan, maupun emosi secara langsung. Maka, dalam setiap proses komunikasi ini terjadilah apa yang disebut peristiwa tutur atau peristiwa bahasa dan tindak tutur atau perilaku bahasa. Dalam kedua peristiwa inilah terjadi  lokusi, ilokusi, dan perlokusi.
Peristiwa tutur (Inggris: speech event) adalah terjadinya atau berlangsungnya interaksi linguistik dalam satu bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak, yaitu penutur dan lawan tutur dengan satu pokok tuturan di dalam waktu, tempat, dan situasi tertentu.
Tindak tutur merupakan gejala individual yang bersifat psikologis, dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur dalam meghadapi situasi tertentu. Dalam peristiwa tutur  dilihat pada tujuan peristiwanya, tetapi dalam  tindak tutur lebih memperhatikan  pada makna atau arti tindakan dalam tuturannya.

1.    Tindak Tutur Lokusi
adalah tindak tutur yang menyatakan sesuatu dalam arti “berkata” atau tindak tutur dalam bentuk kalimat yang bermakna dan dapat dipahami.
Contohnya, yaitu:
a. Manusia adalah salah satu mahluk ciptaan Tuhan.
b. Jari tangan manusia jumlahnya sepuluh.
c. Ikan paus adalah hewan yang menyusui.
d. Indonesia memiliki beragam budaya.
e. Kendari adalah ibu kota Sulawesi Tenggara.

2.    Tindak Tutur Ilokusi
adalah tindak tutur yang biasanya diidentifikasikan dengan kalimat performatif yang eksplisit. Tindak ilokusi ini biasanya berhubungan  dengan pemberian izin, mengucapkan terima kasih, menyuruh menawarkan, dan menjanjikan.
Contohnya, yaitu:
a. Sudah satu minggu lantai ruangan ini tidak disapu. (menyuruh untuk menyapu)
b. Ada binatang buas. (mengingatkan untuk berhati-hati)
c. Kukumu sudah panjang. (menyuruh untuk dipotong)
d. Bagus sekali kalau kamar ini dibersihkan. (menyuruh untuk membersihkan)
e. Ada anjing gila. (menyuruh untuk berhati-hati)

3.    Tindak Tutur Perlokusi
adalah tindak tutur yang berkenaan dengan adanya ucapan orang lain sehubungan dengan sikap dan perilaku non linguistik dari orang lain itu.
Contohnya, yaitu:

a.        Dialog 1

A: Kegiatan lomba baca puisi akan dilaksanakan besok. Kamu sudah mengetahuinyakan?
B: Iya, saya sudah diberitahu tadi.
A: Kamu bisa tidak, besok datang lebih pagi?
B: Rumah saya jauh. (ilokusi)
A: O, baiklah. Kamu datang sesuai jadwal biasanya saja. (perlokusi)

Keterangan:
    “,Baiklah. Kamu datang sesuai jadwal biasanya saja.” Kalimat tersebut merupakan kalimat perlokusi atau efek dari ilokusi  “Rumah saya jauh.” Tokoh A memaklumi alasan tokoh B ysng tidak dapat hadir atau datang lebih pagi sebab rumahnya jauh.  Oleh karena itu, tokoh A memakluminya dengan menyuruh tokoh B untuk datang sesuai jadwal biasanya saja.

b.        Dialog 2

A: Kemarin adalah lang tahun saya. Kamu tidak lupa kan?
B: Iya, saya ingat kok.
A: Tetapi, mengapa kamu tidak datang ke rumahku kemarin?
B: Kemarin saya sangat sibuk. (ilokusi)
A: Tak apalah, saya mengerti. Setidaknya kau telah menginganya. (perlokusi).

Keterangan:
“Tak apalah, saya mengerti. Setidaknya kamu mengingatnya.” Kalimat ini merupakan kalimat perlokusi dari kalimat ilokusi “Kemarin saya sangat sibuk.” Tokoh A memaklumi alasan tokoh B yang tidak datang ke rumah tokoh A yang disebabkan tokoh B sangat sibuk kemarin. Kalimat tersebutlah yang merupakan contoh perlokusi yaitu tindakan yang secara langsung dipahami oleh salah satu pembicara.


c.        Pencopet! Pencopet!

Keterangan:
Akibat adanya teriakan pencopet, orang-orang berlari mengejar seseorang yang dituduh pencopet. (perlokusi)

d.        “Kamarmu kotor sekali ya?” kata seorang ibu pada anaknya.

Keterangan:
Anak yang menjadi lawan bicara langsung mengambil sapu dan membersihkan kamarnya. Tindakan yang dilakukan anak ini merupakan perlokusi.

e.        Dialog 3

A: Bisakah kamu menemaniku ke pasar?
B: Saya sangat sibuk. (ilokusi)
A: Baiklah, biar saya ke pasar sendiri. (perlokusi)

Keterangan:
Tokoh A memaklumi alasan tokoh B yang tidak dapat menemaninya ke pasar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar